Senin, 09 Juli 2018

biografi imam suyuthi, pengarang tafsir jalalain


 Imam Jalaludin as-suyuthi


Foto: makam imam jalaludin as-Suyuthi di kairo,Mesir.

Imam Jalaludin as-suyuthi bernama lengkap Abdurrahman al-kamal,Abi Bakr bin Muhamad bin sabiquddin al-Fakhr usman As-suyuthi.  Beliau terkenal dengan nama as-Suyuthi, dinisbahkan kepada As-Suyuth (sekarang  salah satu provinsi di Mesir)  yang merupakan tempat asal dan tempat hidup leluhur serta ayah beliau, sebelum berpindah ke Kairo.
As-Suyuthi  dilahirkan di Kairo pada Malam ahad, tanggal 1 Rajab 849 H. Ketika sang ayah masih hidup, as-Suyuthi kecil pernah dibawa kepada seorang syaikh yang bernama Muhamad al-Majdzub, seorang ulama besar yang tinggal di samping makam Sayyidah Nafisah.
Imam suyuthi telah hafal al-Qur’an sebelum menginjak usia delapan tahun. Kemudian beliau menghafalkan kitab al-Umdah, Minhaj dan Alfiyaah ibn Malik.
Pada tahun 864 H. Beliau mendalami berbagai disiplin keilmuan seperti  Nahwu, Fikih, Usul fikih dan lain-lain. Beliau juga belajar ilmu faraid dengan Syeh Syihabuddin as-Syarimsahi yang konon pada waktu itu telah berumur lebih dari seratus tahun.
Pada usia yang masih muda beliau telah mulai mengarang buku. Karya  pertama yang dikarangnya adalah Syarah al-Istifadlah Wal Basmalah. Buku tersebut kemudian diperlihatkan kepada gurunya Syaikh Alamudin al-Bulqini, yang kemudian beliau berkenan menulis kata pengantar dalam kitab tersebut. Walaupun sudah mengajar dan mengarang buku, beliau malah semakin giat dalam mencari ilmu kepada guru-gurunya. Karena  semakin seseorang belajar maka akan merasa semakin bodoh dan tahu betapa banyak hal yang belum dipelajarinnya. Oleh karena itu  Imam suyuthi dalam pengembaraannya mencari ilmu pernah singgah di Hijaz,  Syam, Yaman, India dan Maroko. Diantara guru-guru beliau antara lain: Syaikh Syarafudin al-Munawi, Syaikh Taqiyudin as-Syibli, Syaikh Muhiddin al-Kafiji dan  guru-guru lainnya.
Imam suyuthi menghabiskan umurnya untk belajar dan mengajar serta mengarang buku.  Maka tak heran bila kealiman dan karya beliau mencapai 300 kitab.
Imam suyuthi wafat pada usia 61 tahun 10 bulan, tepatnya malam jumat tangal 19 Jumadil ula’ tahun 911 H. dan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar