Imam Jalaludin as-suyuthi
Foto: makam imam jalaludin
as-Suyuthi di kairo,Mesir.
Imam Jalaludin as-suyuthi bernama
lengkap Abdurrahman al-kamal,Abi Bakr bin Muhamad bin sabiquddin al-Fakhr usman
As-suyuthi. Beliau terkenal dengan nama as-Suyuthi, dinisbahkan kepada
As-Suyuth (sekarang salah satu provinsi
di Mesir) yang merupakan tempat asal dan
tempat hidup leluhur serta ayah beliau, sebelum berpindah ke Kairo.
As-Suyuthi dilahirkan di Kairo pada Malam ahad, tanggal 1 Rajab 849 H. Ketika sang ayah masih hidup, as-Suyuthi kecil pernah dibawa kepada seorang syaikh yang bernama Muhamad al-Majdzub, seorang ulama besar yang tinggal di samping makam Sayyidah Nafisah.
As-Suyuthi dilahirkan di Kairo pada Malam ahad, tanggal 1 Rajab 849 H. Ketika sang ayah masih hidup, as-Suyuthi kecil pernah dibawa kepada seorang syaikh yang bernama Muhamad al-Majdzub, seorang ulama besar yang tinggal di samping makam Sayyidah Nafisah.
Imam suyuthi telah hafal
al-Qur’an sebelum menginjak usia delapan tahun. Kemudian beliau menghafalkan kitab
al-Umdah, Minhaj dan Alfiyaah ibn Malik.
Pada tahun 864 H. Beliau
mendalami berbagai disiplin keilmuan seperti
Nahwu, Fikih, Usul fikih dan lain-lain. Beliau juga belajar ilmu faraid
dengan Syeh Syihabuddin as-Syarimsahi yang konon pada waktu itu telah berumur
lebih dari seratus tahun.
Pada usia yang masih muda beliau
telah mulai mengarang buku. Karya pertama yang dikarangnya adalah Syarah
al-Istifadlah Wal Basmalah. Buku tersebut kemudian diperlihatkan kepada
gurunya Syaikh Alamudin al-Bulqini, yang kemudian beliau berkenan menulis kata
pengantar dalam kitab tersebut. Walaupun sudah mengajar dan mengarang buku,
beliau malah semakin giat dalam mencari ilmu kepada guru-gurunya. Karena semakin seseorang belajar maka akan merasa
semakin bodoh dan tahu betapa banyak hal yang belum dipelajarinnya. Oleh karena
itu Imam suyuthi dalam pengembaraannya
mencari ilmu pernah singgah di Hijaz, Syam, Yaman, India dan Maroko. Diantara
guru-guru beliau antara lain: Syaikh Syarafudin al-Munawi, Syaikh Taqiyudin
as-Syibli, Syaikh Muhiddin al-Kafiji dan guru-guru lainnya.
Imam suyuthi menghabiskan umurnya
untk belajar dan mengajar serta mengarang buku.
Maka tak heran bila kealiman dan karya beliau mencapai 300 kitab.
Imam suyuthi wafat pada usia 61
tahun 10 bulan, tepatnya malam jumat tangal 19 Jumadil ula’ tahun 911 H.
dan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar