Sabtu, 09 Februari 2019

biografi imam bushiri


IMAM AL-BUSHIRI

makam imam al-Bushiri




Beliau bernama lengkap syaikh al-Alim Syarafuddin Abu Abdillah Muhamad bin said bin hammad as-Shonhaji.  Imam al-Bushiri di lahirkan di kota dallas (nama sebuah perkampungan yang pada masa mesir kuno disebut Habi) sekitar tahun 608 H. dan beliau hidup di kota bushir.
Peniulis Burdah yang sangat menomental ini kadang juga menisbatkan dirinya dengan ad-Dallasi, satu sebutan yang merujuk pada asal kedua orang tuanya. Tapi ia lebih dikenal dengan bushiri yang merupakan nisbat pada kampung halaman ibundanya. 

Pejalanan Keilmuan imam al-Bushiri
Imam al-Bushiri dikenal sebagai sastrawan ulung, Khususnya syair-syairnya yang membuatnya terkenal hingga sekarang. Ketika orang hendak melantuntkan sanjungan pada Nabi Muhamad Saw.  maka yang terlintas pada benak mereka adalah untaian kasidah burdah yang dikarang oleh imam al-Bushiri .
Sebelum menekuni dunia sastra, imam al-bushiri pernah menjabat sebagai sekertaris di bidang perpajakan di willayah biblis, propinsi Syarqiyah. Namun jiwa kesufiyannya memberontak ketika ia melihat teman-temannya yang korupsi. Kemudian beliau mengundurkan diri dari profesinya dan menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau keduniaan.
Beliau ahirnya memutuskan untuk meninggalkan kota biblis dan pergi ke alexandria untuk menimba ilmu pada syaikh Abu Abbas al-Mursi.
Syarafudin al-Bushiri adalah murid yang rajin, selalu hadir dalam  majlis pengajian sang guru. Berkat ketekunannya itu, Alah menganugerahi kematangan dalam beragama serta kedalaman ilmu dan kewiraian dan kewaliyan. Hal ini berpengaruh dalam sajak-sajaknya yang lebih bercorak sufistik bdan lebih lagi bertema tentang penyanjungan pada Nabi Muhamad Saw.

Kitab Burdah
            Sebagai manusia biasa beliau juga pernah mendapatkan ujian dari Allah berupa sakit “falij” (lumpuh), yang mengakibatkan tidak berfungsinya sebagian organ tubuhnya.  Saat itu dokterangkat tangan tidak bisa mengobatinya. Beliaupun  kemudian berfikir untuk merangakai sajak dengan harapan semoga dengan sajaknya itu Allah berkenan melimpahkan kesembuahan atas penyakitnya. Setelah ia selesai merangkai bait-bait indahnya, ia bermimpi bertemu baginda Muhmad Saw.. Dalam mimpinya, Rasulullah mengusapkan kedua tangannya  ke tubuhnya yang lumpuh. Ketika bangun tidur penyakit yang dialaminya benar-benar sembuh, Allah telah berkenan menyembuhkannya.
Dalam kitab an-Natakhat as-Syadziliyyah fi syarhi al-burdah karya imam hasan an-Nadwi, beliau berkata: “ setelah kejadian itu imam bushiri keluar dari rumahnya, di jalan ia bertemu laki-laki salih yang memintanya membacakan sajak-sajaknya. Ia terkejut mendengar permintaan itu, karena ia memang belum pernah bercerita perihal sajaknya yang baru itu. Dengan nada heran al-Bushiri berbalik bertanya: “Dari mana anda mengetahui sajal-sajak saya?”  Orang itu menjawab: “Aku mendengarnya tadi malam di kala engkau membacanya dihadapan rasulullah Saw.”. Mendengar jawaban laki-laki itu imam bushiri segera  memberikan sajak itu kepadanya, kemudian imam bushiri berkata:”Setelah aku membacakan pada laki-laki tersebut, ia segera meninggalkan aku”.
            Kasidah imam bushiri yang berisikan sanjungan kepada nabi Saw. terkenal dengan sebutan al-Burdah, tetapi sebetulnya nama yang lebih sesuai adalah al-Baro’ah, karena pengarangnya telah dibebaskan dari penyakit lumpuh. Adapun burdah adalah sebuah kasidah tulisan Kaab bin zuhair yang berisikan penghinaan kepada Rasulullah Saw. sebelum dia masuk Islam. Nabi pun mengurungkan untuk membunuhnya setelah dia datang ke masjid Nabawi untuk bertaubat sambil membacakan kasidahnya. Rasulullah pun mengampuninya sambil melepaskan burdah-nya, dari cerita ini kasidah kaab bin zuhair terkenal dengan sebutan burdah. Banyak pula beredar kitab burdah tertera dengan sebutan al-Baro’ah (dibebaskan) sebagaimana yang dialami oleh omam al-Bushiri sendiri.
Ada cerita, ketika imam Bushiri merangkai kasidahnya, ia menemukan kesulitan setelah sampai pada kalimat: “فمبلغ العلم فيه انه بشر“. Pada saat itu rasulullah berkata: “bacalah, teruskan!”. Imam bushiri menjawab:” Aku tak amampu menemukan bait setengahnya, Rasulullah pun kemudian berkata kepadanya: “"وانه خيرالخلق كلهم .
Jumlah bait dalam kasidah burdah ini ada 160, di dalamnya terdapat beberapa fasal yang mengandung sanjungkan pada baginda nabi, perjuangan nabi, dan tawasul pada nabi Saw.

IMAM BUSHIRI WAFAT
 Imam bushiri wafat pada tahun 696 H., Makamnya berada di komplek masjid imam bushiri dan berdekatan dengan masjid Syaikh Abu Abbas al-Mursyi di kota Alexandria.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar