IMAM
AL-BUSHIRI
![]() |
| makam imam al-Bushiri |
Beliau bernama lengkap syaikh
al-Alim Syarafuddin Abu Abdillah Muhamad bin said bin hammad as-Shonhaji. Imam al-Bushiri di lahirkan di kota dallas
(nama sebuah perkampungan yang pada masa mesir kuno disebut Habi) sekitar tahun
608 H. dan beliau hidup di kota bushir.
Peniulis Burdah yang sangat menomental
ini kadang juga menisbatkan dirinya dengan ad-Dallasi, satu sebutan yang
merujuk pada asal kedua orang tuanya. Tapi ia lebih dikenal dengan bushiri yang
merupakan nisbat pada kampung halaman ibundanya.
Pejalanan Keilmuan imam
al-Bushiri
Imam al-Bushiri dikenal
sebagai sastrawan ulung, Khususnya syair-syairnya yang membuatnya terkenal
hingga sekarang. Ketika orang hendak melantuntkan sanjungan pada Nabi Muhamad
Saw. maka yang terlintas pada benak
mereka adalah untaian kasidah burdah yang dikarang oleh imam al-Bushiri .
Sebelum menekuni dunia sastra,
imam al-bushiri pernah menjabat sebagai sekertaris di bidang perpajakan di
willayah biblis, propinsi Syarqiyah. Namun jiwa kesufiyannya memberontak ketika
ia melihat teman-temannya yang korupsi. Kemudian beliau mengundurkan diri dari
profesinya dan menjauhkan diri dari hal-hal yang berbau keduniaan.
Beliau ahirnya memutuskan
untuk meninggalkan kota biblis dan pergi ke alexandria untuk menimba ilmu pada
syaikh Abu Abbas al-Mursi.
Syarafudin al-Bushiri adalah
murid yang rajin, selalu hadir dalam
majlis pengajian sang guru. Berkat ketekunannya itu, Alah menganugerahi
kematangan dalam beragama serta kedalaman ilmu dan kewiraian dan kewaliyan. Hal
ini berpengaruh dalam sajak-sajaknya yang lebih bercorak sufistik bdan lebih
lagi bertema tentang penyanjungan pada Nabi Muhamad Saw.
Kitab Burdah
Sebagai manusia biasa beliau juga pernah mendapatkan
ujian dari Allah berupa sakit “falij” (lumpuh), yang mengakibatkan tidak
berfungsinya sebagian organ tubuhnya.
Saat itu dokterangkat tangan tidak bisa mengobatinya. Beliaupun kemudian berfikir untuk merangakai sajak
dengan harapan semoga dengan sajaknya itu Allah berkenan melimpahkan
kesembuahan atas penyakitnya. Setelah ia selesai merangkai bait-bait indahnya,
ia bermimpi bertemu baginda Muhmad Saw.. Dalam mimpinya, Rasulullah mengusapkan
kedua tangannya ke tubuhnya yang lumpuh.
Ketika bangun tidur penyakit yang dialaminya benar-benar sembuh, Allah telah berkenan
menyembuhkannya.
Dalam kitab an-Natakhat
as-Syadziliyyah fi syarhi al-burdah karya imam hasan an-Nadwi, beliau berkata:
“ setelah kejadian itu imam bushiri keluar dari rumahnya, di jalan ia bertemu
laki-laki salih yang memintanya membacakan sajak-sajaknya. Ia terkejut
mendengar permintaan itu, karena ia memang belum pernah bercerita perihal
sajaknya yang baru itu. Dengan nada heran al-Bushiri berbalik bertanya: “Dari
mana anda mengetahui sajal-sajak saya?”
Orang itu menjawab: “Aku mendengarnya tadi malam di kala engkau
membacanya dihadapan rasulullah Saw.”. Mendengar jawaban laki-laki itu imam
bushiri segera memberikan sajak itu
kepadanya, kemudian imam bushiri berkata:”Setelah aku membacakan pada laki-laki
tersebut, ia segera meninggalkan aku”.
Kasidah imam bushiri yang berisikan sanjungan kepada nabi
Saw. terkenal dengan sebutan al-Burdah, tetapi sebetulnya nama yang lebih
sesuai adalah al-Baro’ah, karena pengarangnya telah dibebaskan dari penyakit
lumpuh. Adapun burdah adalah sebuah kasidah tulisan Kaab bin zuhair yang
berisikan penghinaan kepada Rasulullah Saw. sebelum dia masuk Islam. Nabi pun
mengurungkan untuk membunuhnya setelah dia datang ke masjid Nabawi untuk
bertaubat sambil membacakan kasidahnya. Rasulullah pun mengampuninya sambil melepaskan
burdah-nya, dari cerita ini kasidah kaab bin zuhair terkenal dengan
sebutan burdah. Banyak pula beredar kitab burdah tertera dengan sebutan al-Baro’ah
(dibebaskan) sebagaimana yang dialami oleh omam al-Bushiri sendiri.
Ada cerita, ketika imam Bushiri
merangkai kasidahnya, ia menemukan kesulitan setelah sampai pada kalimat: “فمبلغ العلم فيه انه بشر“.
Pada saat itu rasulullah berkata: “bacalah, teruskan!”. Imam bushiri menjawab:”
Aku tak amampu menemukan bait setengahnya, Rasulullah pun kemudian berkata
kepadanya: “"وانه
خيرالخلق كلهم .
Jumlah bait dalam kasidah
burdah ini ada 160, di dalamnya terdapat beberapa fasal yang mengandung
sanjungkan pada baginda nabi, perjuangan nabi, dan tawasul pada nabi Saw.
IMAM BUSHIRI WAFAT
Imam bushiri wafat pada tahun 696 H., Makamnya
berada di komplek masjid imam bushiri dan berdekatan dengan masjid Syaikh Abu
Abbas al-Mursyi di kota Alexandria.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar